Sabtu, 05 November 2016

IDENTIFIKASI HIDROKARBON



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang berantai lurus, yang hanya terdiri dari atom karbon (C) dan atom hidrogen (H). Perbedaan antara senyawa karbon dan hidrokarbon yaitu, untuk senyawa karbon yaitu senyawa yang tidak hanya mengandung unsur C dan H, tetapi juga unsur lain seperti O, N, S, P atau halogen contohnya pada senyawa karbon yaitu alkanol, alkoksi alkana, alkanal, alkanon, alkanoat dan alkil alkanoat. sedangkan senyawa hidrokarbon yaitu senyawa yang mengandung hanya C dan H saja contohnya alkana, alkena dan alkuna.

Alkena dan alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tidak jenuh, karena masing-masing senyawa tersebut mempunyai rangkap dua dan tiga.
a.       Alkena
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap dua. Atom-atom karbon (C) yang membuat rangkap dua ini terhibridisasi SP². Alkena dikenal juga dengan nama “OLEFIN”. Contoh alkena adalah etena (etilen) dengan rumus molekul CH, yang berfungsi sebagai “zat anestetik”.
b.      Alkuna
Alkuna dalam molekulnya ditandai dengan adanya ikatan rangkap tiga antara dua atom karbon. Atom-atom yang membentuk ikatan rangkap tiga ini akan terhibridisasi SP. Contoh alkuna yang paling sederhana adalah etuna (asetilen/gas karbit) dengan rumus molekul CH. Gas ini apabila bercampur dengan udara bisa meledak. Gas ini dibentuk dari reaksi kalsium karbida (CaC) dengan air.

Manfaat hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari misalnya BBM seperti bensin, LPG, aptur, minyak pelumas non BBM antara lain poly propylen (biji plastik), aspal untuk jalan.selain itu manfaat senyawa Hidrokarbon di Berbagai Bidang Kehidupan di antaranya dalam bidang pangan maka yang dimanfaatkan bukan merupakan senyawa hidrokarbon murni, tetapi sedikit lebih luas yaitu karbohidrat. Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam.

1.2  Tujuan Praktikum
1.      Mahasiswa mampu mengidentifikasi senyawa-senyawa hidrokarbon tidak jenuh.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bidang kimia, hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik. Perbedaan antara senyawa karbon dan hidrokarbon yaitu, untuk senyawa karbon yaitu senyawa yang tidak hanya mengandung unsur C  dan H, tetapi juga unsur lain seperti O, N, S, P  atau halogen contohnya pada senyawa karbon yaitu alkanol, alkoksi alkana, alkanal, alkanon, alkanoat dan alkil alkanoat.  sedangkan senyawa hidrokarbon yaitu senyawa yang mengandung hanya C dan H saja contohnya alkana, alkena dan alkuna (April, 2002)
Senyawa organik yang hanya mengandung atom hidrogen dan karbon disebut hidrokarbon. Hidrokarbon terbagi menjadi dua yaitu hidrokarbon alifatik dan hidrokarbon siklik. Hidrokarbon alifatik dan siklik juga dibagi lagi menjadi beberapa bagian. Hidrokarbon alifatik terbagi menjadi dua yaitu alifatik jenuh(senyawa alkana) dan alifatik tidak jenuh(senyawa alkena dan alkuna)., sedangkan hidrokarbon siklik terbagi menjadi tiga yaitu siklik jenuh(sikloalkana), senyawa tak jenuh(sikloalkena), dan senyawa aromatic(benzena) (suyatno,2000).
Hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap dua disebut alkena dan hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap tiga disebut alkuna:
1)             Alkena
Alkena adalah senyawa hidrokarbon yang mempunyai satu ikatan rangkap dua ( C=C ) pada rantai karbonnya. Sehingga alkena yang paling sederhana mempunyai 2 atom C. Alkena disebuut juga olefin dari kata olefiant gas (gas yang membentuk minyak).
2)             Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon alifatis tak jenuh yang mempunyai satu ikatan rangkap tiga (– C C –) pada rantai karbonnya. Dibandingkan dengan alkana dan alkena yang ssuai, alkuna mempunyai lebih jumlah atom (H) yang lebih sedikit (Ralp dan Joan, 1982).
Hidrokarbon terdiri dari hidrogen dan karbon. Hidrokarbon ini dapat diklasifikasi atau digolongkan untuk mempermudah dalam pengenalannya. Penggolongan pertama berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya yaitu , Hidrokarbon jenuh yaitu senyawa hidrokarbon yang ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal. dan hidrokarbon tak jenuh, ini yaitu senyawa hidrokarbon yang memiliki 1 ikatan rangkap dua (alkena) atau lebih dari 1 ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga (alkuna). Sedangkan  Penggolongan kedua berdasarkan bentuk rantai karbonnya yaitu hidrokarbon alifatik (senyawa hidrokarbon dengan rantai terbuka jenuh /ikatan tunggal maupun tidak jenuh / ikatan rangkap), hidrokarbon alisiklik (senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar atau tertutup /cincin ), dan hidrokarbon aromatik (senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar /cincin yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selang-seling / bergantian ) ( Miranda, 2002).













BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat yang digunakan :                            3.1.2 Bahan yang digunakan :
1.      Gelas Piala                                                1.  KMnO
2.      Gelas Ukur                                                2.  CaC(Karbit)
3.      Tabung Reaksi + Rak                                3.  Selang Plastik
4.      Erlenmeyer                                                4.  Aquades
5.      Botol Semprot                                           5.  Gabus
6.      Pipet Tetes
7.      Pipet Volume

3.2 Cara Kerja
3.2.1 Reaksi Oksidasi Alkena ( Uji Bayer )
1.      Memasukkan sampel kedalam tabung reaksi sebanyak 5 ml.
2.      Menambahkan larutan KmnO 1% tets demi tetes kedalam tabung reaksi sampai terjadi perubahan warna.
3.      Jika perubahan warna sampel menjadi jernih itu menandakan sampel mengandung senyawa karbon yang tidak jenuh.
3.2.2 Reaksi Pembentukkan Asetilen
1.      Memasukkan karbit (CaC) sebesar jagung kedalam erlenmeyer yang bervolume 250 ml yang selebumnya telah diisi 100 ml aquades.
2.      Selanjutnya menutup dengan karet/gabus yang telah dilobangi.
3.      Memasukkan pipa kaca panjang/selang kedalam elenmeyer yang telah ditutupi gabus tadi.
4.      Mengalirkan ujung pipa kaca/selang kedalam erlenmeyer lain yang telah berisi larutan KMnO 1%.
5.      Jika warna KMnO hilang berarti mengandung gas asetilen.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
No.
Percobaan
Hasil Pengamatan
Keterangan
1
Percobaan 3.2.1
Reaksi Oksidasi Alkena (Uji Bayer)
1. KMnO
    menggumpal
2. KMnO tidak
    menyatu dengan
    sampel
Sampel yang digunakan adalah heksana, yang merupakan senyawa karbon jenuh.
2
Percobaan 3.2.2
Reaksi
Pembentukka Asetilen
Perubahan warna yang terjadi pada KMnO yang awalnya berwarna ungu, lalu berubah menjadi warna coklat.
KMnO mengandung setilen yang menyebabkan perubahan warna.

4.2  Pembahasan
Pada percobaan 3.2.1, yaitu reaksi oksidasi alkena (uji bayer). Setelah kami mencampur sampel sebanyak 5 ml dengan KMnO 1% kedalam erlenmeyer, maka reaksi yang terjadi adalah KMnO menggumpal dan tidak menyatu dengan sampel, yang menandakan sampel mengandung senyawa karbon yang jenuh. Itu terjadi karena sampel yang kami gunakan adalah heksana, yang merupakan senyawa karbon dari alkana.
Pada percobaan 3.2.2, yaitu reaksi pembentukan asetilen. kami memasukan karbid (CaC) kira-kira sebesar biji jagung kedalam erlenmeyer yang telah berisi dengan 100 ml aquades. Lalu kami menutupnya dengan gabus yang telah dilobangi dan memasukan selang kedalam erlenmeyer yang telah ditutupi gabus tadi dengan mengalirkan selang kedalam erlenmeyer lain yang telah diisi dengan KMnO 1%. Lalu mereaksikan kedua larutan dengan menggoyang-goyangkan erlenmeyer agar kami mengetahui larutan tersebut mengandung gas asetilen apa tidak. Setelah mendapatkan hasil, ternyata terjadi perubahan warna pada KMnO yang awalnya berwarna ungu berubah menjadi berwarna coklat. Itu berarti warna  KMnO menghilang dan KMnO mengandung gas asetilen yang menyebabkan perubahan warna. 



BAB V
PENUTUP
5.1  Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan yaitu tentang identifikasi senyawa-senyawa hidrokarbon tidak jenuh maka dapat disimpulkan bahwa Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang berantai lurus, yang hanya terdiri dari atom karbon (C) dan atom hidrogen (H). contohnya alkana (senyawa jenuh), alkena dan alkuna (senyawa tidak jenuh).

5.2  Saran
Praktikan harus teliti dan jangan ribut dalam menjalankan praktikum serta Ko-ass sebaiknya lebih mengawasi praktikan, agar praktikan tidak salah dalam menjalankan praktikumnya.